Rabu, 28 Juli 2010

TUKANG BUBUR YANG SUKSES

Pada tahun 2000 saya mempunyai tetangga yang bernama mas ALI yang bekerja sebagai pedagang bubur ayam yang mempunyai seorang istri bernama mba Yuni dan mempunyai satu anak yang bernama Arif, tapi mereka tinggal bersama ibu mertua yang bernama ibu Ani serta anak bungsu laki-laki yang bernama Rizal yg masih kuliah perguruan tinggi swasta. Maka dari itu mas ali harus menanggung berat beban keluarga yang begitu berat, karna selain mengurus biaya sekolah anaknya juga membantu biaya adik iparnya karena ibu mertuanya yang tidak punya apa-apa dari pninggalan suaminya. Mas ali berdagang bubur ayam keliling dari kampung kekampung hingga ke wilayah perkantoran, Mulai dari pagi hingga siang dan baru berjualan lagi setelah sore tiba. Karena di siang harinya ia harus mngantar anknya les,karena anaknya belajar disekolah unggulan makanya mas ali harus benar-benar mendukung serta membimbing anaknya agar mau belajar dengan giat n mewujudkan ke inginanny untuk mancapai cita-cita. Makanya mas ali harus berdagang dengan giat serta tidak pernah mengeluh sedikit pun.

Setiap hari mas ali sangat kurang sekali tidur tetapi ia pintar dalam menjaga kondisi tubuh dan kesehatannya. Mas ali mempunyai sifat-sifat yang baik, selalu bersyukur, serta penolong tanpa melihat dari segi apapun dan tanpa ada rasa pamrih sedikitpun. Karena sifatnya itu banyak orang-orang yang selalu iri hati dengan mas ali baik dari sesame pedagang ataupun kalangan masyarakat yang iri denagn ia, serta banyak juga yang menghujat ia tetapi mas ali hanya bersyukur dan tidak pernah dendam sedikit pun kepada mereka, Sebab mas ali menganggap semua itu adalah doa.

Pada tahun 2003 mas ali membuka tempat usaha di depan rumahnya, yaitu warung kopi(warkop) yang banyak jenis makanan dan minuman di dalamnya, terkecuali makanan serta minuman yang haram. Setelah mas ali membangun warkop tersebut semakin banyak orang yang iri sama mas ali. Padahal kalo mereka tahu bagaimana perjuangan mas ali serta keluarganya yang harus menanggung beban hidup yang begitu berat. Karena selain mengurusin warkop mas ali juga masih berjulan bubur keliling, karena menurut ia masih belum cukup untuk biaya sekolah anaknaya dan juga biaya kuliah adik iparnya.

Pada sore hari mas ali berdagang di kawasan perkantoran ada seseorang yang sedang makan bubur tetapi setelah selesai makannya tiba-tiba orang itu kaget serta panik karena dia memeriksa disku celananya tidak menemukan uang atau pun dompetnya. Karena mas ali melihat orang itu langsung lah di dekati orang tersebut dan bertanya:

Mas ali … “ kenapa mas ko gelisah?

Orang yang gelisah….. “iya ni mas kayanya saya ga bawa uang ataupun dompet”

Mas ali ”oo…. Y sudah mas ga apa-apa nti je klo ada mas bayarnya”

Orang yang gelisah “aach.. saya tidak enak mas klo seperti ini”

Mas ali “namanya juga orang lupa mas kan ga sengaja,.”

Orang yang gelisah “ya sudah mas klo bgitu nti nti klo sudah ketemu saya langsung bayar”

Mas ali “ya sudah tidak apa-apa saya bisa maklum ko..”

Orang yang gelisah “klo begitu terima kasih banyak mas….”

Mas ali “iya sama-sama…”

Setelah kejadian itu ternyata orang tersebut tidak kembali lagi, tetapi mas ali tidak pernah menanyakan orang itu. Karena mas ali juga sudah mengikhlaskannya tanpa ada rasa curiga sedikitpun kepada orang tersebut.

Pada hari kamis satu minggu setelah kejadian itu mas ali sedang berjualan di luar di kawasan perkantoran tempat para pedagang berjualan dan mas ali pun ikut berdagang di tempat itu. Tanpa sepengetahuan mereka tiba-tiba ada petugas dari satuan polisi pamungperaja (satpol pp} menggelar razia pedagang yang sedang berdagang di luar kawasan perkantoran.tetapi para pedagang tersebut marah karena mereka sudah membayar uang keamanan kepada orang katanya bertanggung jawab pada kawasan tersebut, tetapi di bantah oleh satpol pp karena mereka mereka merasa tidak mengambil uang itu. Para satpol pp memberitahukan juga kepada para pedagang karena di tempat itu sangat mengganggu ketertiban lalu lintas hingga menimbulkan kemacetan bagi pengguna jalan tersebut baik pejalan kaki ataupun pengemudi kendaraan. Karena razia tersebut tetap di laksanakan maka banyak barang, makananan serta minuman, dan juga gerobak-gerobak para pedagang termasuk mas ali. Tetapi mas ali tidak marah dengan kejadian tersebut karena ia tahu tempat itu tidak nyaman untuk barjualan karena sangat mengganggu, tapi ada baiknya juga ia berdagang disana bisa untuk tambahan membiayai sekolah anak dan biaya kuliah adik iparnya selain berdagang di warkop. Lalu mas ali menghampiri salah satu satpol pp, dan meminta alamat dinasnya karena mas ali ingin menebus gerobak bubur ayamnya.

Pada hari minggu setelah dua minggu dari dilakukannya razia tiba-tiba ada seseorang yang menghantarkan gerobak milik mas ali, dan ia pun terkejut melihat gerobak buburnya ada yang menghantarkan gerobaknya. Tetapi setelah mas ali melihat orang tersebut ia pun hamper-hampir lupa dengan orang tersebut,tetapi orang tersebut malah selalu ingat pada mas ali. Karena kebaikanserta kejujurannya yang membuat orang tersebut selalu ingat. Mas ali sangat bersyukur sekali serta berterima kasih kepada orang itu karena telah mengembalikan gerobaknya, karena mas ali belum sempat mengambil karena belum mempunyai uang untuk menebusnya. Bukan Cuma gerobak itu saja yang orang itu berikan tetapi memberikan mas ali suatu tempat untuk berdagang bubur ayam lagi di tempat yang sudah di sediakan oleh orang tersebut karena dialah yang mengelola tempat berdagang itu sebab sudah mendapat izin pemerintah daerah serta pemilik perkantoran tersebut. Mas ali pun sekarang mendapatkan hidup yang jauh lebih baik lagi dari sebelumnya. Hingga bisa memberikan pendidikan yg lebih kepada anaknya hingga keperguruan tinggi serta sampai menyelesaikan kuliah adik iparnya, yang sekarang sudah bekerja di suatu perysahaan besar dan ternama. Serta mempunyai beberpa rumah makan yang cukup terkenal semua itu berasal dari seseorang kaka ipar yang menga jarinya serta membibmbingnya hingga dia menjadi seperti ini,

Motivasi yang saya terima dari cerita diatas ialah:

1. melakukan pekerjaan dengan giat tanpa mengeluh sedikit pun

2. selalu bersyukur dengan apa yang kita dapat tanpa membebani orang lain

3. berbuat baik tanpa melihat seseorang dari segi manapun

4. jika kita mempunyai suatu ke inginan harus di dasari dengan kemauan yang kuat serta berani melakukannya, dan

5. tidak mudah putus asa.

Jika kita ingin mencapai sesuatu yang kita inginkan harus di dasari kemauan yang kuat serta dukungan dan kepercayaan dari orang-orang sekitar kita yang tidak boleh kita remeh kan serta manggap itu tidak penting. Karena itulah yang membuat kita jadi orang yang berguna dan bermanfaat buat keluarga, saudara, teman, serta masyarakat di sekitar kita. Karena kekuatan itulah yang membuat kita jadi mempunyai kekuatan yang sangat besar dan mau menjalani semua yang bias kita lakukan.

Nama : AHMAD AWAD

NIM : 201012067

Tidak ada komentar:

Posting Komentar